Wajib Tahu! 7 Jenis Biaya yang Harus Dibayar Saat Tinggal di Apartemen

Wajib Tahu! 7 Jenis Biaya yang Harus Dibayar Saat Tinggal di Apartemen
Tinggal di apartemen kini menjadi pilihan populer sebagai hunian masyarakat urban. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan bila memutuskan tunggal di hunian ini. Mulai dari keamanan 24 jam yang lebih terjamin, fasilitas lengkap, hingga faktor privasi yang lebih baik daripada tinggal di rumah petak. Apalagi harga beli apartemen jauh lebih murah dan relatif terjangkau.Namun keputusan tinggal di apartemen dengan segala kelebihan yang ditawarkan tentu memiliki konsekuensinya sendiri. Segala kenyamanan yang diberikan tentu tidak diberikan secara gratis. Ada beberapa biaya yang yang dibebankan kepada setiap penghuninya. Ada apa saja? Cek ulasan berikut.

1. IPL (Iuran Pengelolaan Apartemen)

Biaya IPL juga biasa disebut sebagai maintenance fee atau service fee. Biaya ini tercantum dalam PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) yang umumnya dicantumkan dengan perhitungan per meter persegi. Sehingga makin luas unit apartemen yang akan kamu huni, makin besar juga biaya IPL yang harus dibayar. Biaya IPL sendiri digunakan sebagai pengelolaan operasional gedung, kebersihan, asuransi, keamanan, dan juga gaji pegawai apartemen. Jumlah IPL yang harus kamu bayarkan biasanya Rp10 ribu hingga Rp50 ribu per meter persegi tergantung dari kondisi dan fasilitas gedung apartemen yang dihuni. 

2. Biaya Air

Layaknya tinggal di rumah petak, saat memutuskan tinggal di apartemen kamu juga harus membayar biaya air. Cara perhitungannya pun serupa dengan perhitungan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) di wilayah tersebut. Biasanya beban yang dikenakan berkisar antara Rp100 hingga Rp200 ribu yang dihitung per meter kubik. Kamu bisa memanfaatkan satu cara untuk menghemat biaya air bulanan, yaitu dengan memanfaatkan air bekas cucian untuk menyiram tanaman. 

3. Biaya Listrik

Listrik adalah salah satu jenis tagihan bulanan yang paling mahal di apartemen. Ini karena perhitungan listrik di apartemen sangat berbeda dengan perhitungan listrik di rumah petak. Rata-rata perhitungan listrik apartemen disamakan dengan golongan mall dan gedung perkantoran. Jadi, misal saat kamu tinggal di rumah petak tagihan listriknya Rp200 ribu, maka saat tinggal di apartemen, bisa jadi naik Rp300 ribu meskipun peralatan elektronik yang digunakan relatif sama. Sisi baiknya adalah apartemen jarang mati lampu dibandingkan rumah petak. Kalaupun ada gangguan dari pihak PLN, apartemen sudah menyediakan genset untuk membantu aliran listrik. 

4. Biaya Parkir Bulanan

Bila kamu membawa mobil atau motor pribadi, pihak apartemen sudah menyediakan lahan parkir khusus dimana kamu bisa dengan aman memarkir kendaraan tanpa takut hilang atau dicuri. Ketentuan pembayaran biaya parkir ini berbeda-beda tergantung dari kebijakan pihak apartemen. Ada apartemen yang sengaja menggratiskan biaya parkir, jatah satu lahan parkir gratis untuk satu unit apartemen. Namun kamu akan dikenakan biaya tambahan untuk kendaraan kedua atau bahkan dibebankan biaya bulanan untuk semua kendaraan yang dimiliki. Rata-rata biaya bulanan parkir berlangganan apartemen berkisar Rp20-100 ribu untuk motor dan Rp100-Rp 300 ribu untuk mobil.  

5. Biaya Renovasi dan Dekorasi

Biaya ini disebut juga sebagai biaya fitting out, dimana kamu akan dikenakan charge khusus apabila berniat untuk memasang atau mengubah furniture yang ada di unit apartemen. Memang  jenis biaya ini pasti jarang kamu dengar karena tidak semua apartemen membebankan biaya ini pada penghuninya. Karenanya sebelum kamu memutuskan untuk mengubah layout atau furniture apartemen ada baiknya melakukan pelaporan terlebih dahulu supaya tidak terkena denda apabila ketahuan oleh pihak pengelola.

6. Sinking fund untuk biaya kerusakan 

Sinking fund merupakan biaya yang wajib dibayar untuk kerusakan yang terjadi di unit apartemenmu. Sinking fund ini biasanya dibayarkan bulanan sebagai biaya pemeliharaan fasilitas yang terjadi kerusakan di apartemen. Biaya ini biasanya digunakan untuk perawatan fasilitas dan renovasi kerusakan gedung. Contohnya untuk biaya kerusakan lift atau plafon. Sehingga saat unitmu mengalami kerusakan plafon maka kamu tak lagi perlu membayar biaya reparasi. Besarnya sinking fund yang dikenakan biasanya 10-15% dari biaya maintenance atau  Rp100–200 ribu per bulan, kembali lagi itu semua tergantung dari kebijakan pihak apartemen yang kamu huni. Anggap saja sinking fund ini sebagai tabungan yang digunakan untuk perbaikan kerusakan. 

7. Laundy

Biaya laundry ini sifatnya tentative, tergantung dari apakah lahan unit kamu cukup untuk menampung mesin cuci dan kamu memiliki waktu lebih untuk mencuci atau setrika pakaian. Umumnya masing-masing apartemen sudah memiliki kios khusus sebagai tempat usaha, mulai dari usaha laundry, makanan, hingga minimarket. Perhitungan biaya laundry biasanya secara kiloan antara Rp7-10 ribu per kg. Jika kamu tinggal sendirian, perkiraan biaya laundry per bulan rata-rata mencapai Rp50 ribu. Lain halnya jika kamu tinggal bersama keluarga kecil, maka makin banyak juga baju yang harus di-laundrySudah paham kan biaya apa saja yang akan kamu keluarkan saat menjadi penghuni apartemen nanti? Nah sekarang saatnya kamu menentukan apartemen mana yang ingin dihuni. Sebaiknya pilih lokasi apartemen yang strategis, dekat dengan pusat perkantoran dan bisnis seperti Pacific Garden Campus Town @Alam Sutera

Pacific Garden Campus Town @Alam Sutera, Cocok Untuk Kamu yang Siap Tinggal di Apartemen

Wajib Tahu! 7 Jenis Biaya yang Harus Dibayar Saat Tinggal di ApartemenPacific Garden merupakan apartemen Alam Sutera Tangerang yang cocok dijadikan aset investasi jangka panjang. The Best Apartment in South Tangerang ini terletak di lokasi yang sangat strategis, hanya berjarak beberapa menit saja dari Tol Jakarta – Merak, Tol JORR 2, dan Tol Bandara sehingga memudahkan mobilitas penghuninya untuk melakukan perjalanan di kawasan Jabodetabek.
Baca Juga :   6 Cara Menjaga Kesehatan Tubuh di Tengah Pandemi Covid-19!
Selain dekat tol, Apartemen baru di Tangerang ini juga dekat dengan berbagai fasilitas publik, sebut saja gedung perkantoran Synergy Building, Alfamart Headquarters, dan The Prominence. Tidak ketinggalan, pusat belanja dan hiburan seperti IKEA, Giant, Pasar 8, The Flavor Bliss, dan Living World. Tersedia pula rumah sakit terdekat, Omni Hospital.Tak perlu bingung soal “lantas siapa yang akan sewa?” karena apartemen Tangerang ini dikelilingi oleh 3 kampus bergengsi, BINUS, Swiss German University, dan Universitas Bunda Mulia. Hal ini menjadikannya memiliki potensi penyewa lebih besar dibanding apartemen lain, yaitu mencapai 12.000 mahasiswa.Dengan potensi sewa yang besar dan akses mudah yang ditawarkan, kamu bisa memiliki apartemen murah Tangerang ini hanya dengan cicilan Rp5 jutaan per bulan. Sangat ekonomis bukan? Tunggu apalagi, jadikan Pacific Garden sebagai properti pertamamu sekarang juga!

Leave a Reply