5 Pelajaran Berharga yang Bisa Dipetik dari Pandemi Covid-19

5 Pelajaran Berharga yang Bisa Dipetik dari Pandemi Covid-19

Covid-19, virus yang sejak akhir Desember lalu sudah menginfeksi lebih dari 90.000 orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 3.000 orang ini semakin meluas penyebarannya. Sejak corona dinyatakan sebagai pandemi, banyak aktivitas industri dan juga bisnis yang dihentikan untuk sementara waktu demi mengurangi penularan antar manusia. 

Tapi kalau kita mau menggali lebih dalam lagi, dibalik musibah yang masif hampir menyerang seluruh dunia, ada pelajaran-pelajaran berharga yang bisa dipetik dari pandemi ini. Apa saja sih kira-kira pelajaran tersebut? Simak yuk, ulasan berikut!

1. Berkurangnya polusi udara

Dilansir dari The Guardian, Paul Monks yang merupakan seorang profesor polusi udara di Universitas Leicester, menyatakan bahwa kadar nitrogen dioksida (NO2) di kawasan industri Asia dan juga Eropa selama enam minggu terakhir jauh lebih rendah daripada tahun lalu. 

NO2 digambarkan sebagai sebuah gas beracun yang dapat menyebabkan peradangan pada saluran udara. Partikel-partikel pada polusi ini juga dapat menjadi vektor bagi patogen yang akan memperburuk masalah kesehatan. Salah satu penurunan terbesar dalam tingkat polusi dapat dilihat di kota Wuhan, di Tiongkok tengah, yang sudah di lockdown sejak akhir Januari. Selain Tiongkok masih ada Korea yang mengalami penurunan kadar CO2. Di Eropa sendiri, level NO2 di Milan dan Italia utara sudah menurun hingga 40%.

2. Bisa meningkatkan quality time bersama keluarga

Sebelum datangnya virus Covid-19, kebanyakan dari kamu pasti memiliki kesibukan yang sangat padat. Hampir sebagian waktu dimanfaatkan di luar rumah, baik itu untuk bekerja, hangout, atau traveling. Kamu sering lupa bahwa di rumah selalu ada keluarga yang setia menunggu kita pulang. 

Dengan adanya kebijakan stay at home ini, kamu bisa menghabiskan quality time bersama keluarga di rumah. Mulai dari nonton TV series bersama, memasak bersama, dan yang paling seru adalah olahraga bersama. Kamu bisa memiliki waktu intensif untuk berinteraksi bersama kedua orang tua. Yang tadinya ketemu orang tua saat sarapan pagi saja, sekarang bisa bekerja sambil ngobrol, atau mengerjakan tugas kuliah sambil mendengarkan curhatan orang tua. 

3. Lebih hati-hati menjaga kebersihan

Salah satu cara menghindari penyebaran virus Covid-19 adalah dengan rajin mencuci tangan, dan menjaga kebersihan. Hal ini membuat kamu yang biasanya kerap kali menyepelekan kebersihan diri atau lingkungan jadi lebih sadar bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan.

Kalau dulunya membersihkan apartemen sendiri hanya seminggu sekali, kini kamu harus mulai rajin bersih-bersih setiap hari. Baik itu mengepel lantai, lap permukaan benda-benda seperti meja, kursi, atau benda lain yang sering disentuh, hingga rutin mengganti baju usai keluar rumah. 

4. Lebih rajin olahraga

Percaya deh, kalau masyarakat urban sekarang ini sering malas kalau berolahraga. Alasan yang paling sepele adalah karena tidak ada waktu atau nggak bakal sempat. Padahal saat kamu semakin sibuk, maka sebaiknya kamu semakin rajin berolahraga supaya daya tahan tubuh meningkat dan tidak mudah merasa lelah. 

Disebutkan di berbagai himbauan bahwa salah satu cara memerangi virus Covid-19 adalah dengan berolahraga. Seperti yang sudah disebutkan bahwa olahraga memiliki peranan penting dalam menjaga imunitas supaya tidak mudah sakit. Masa-masa stay at home kamu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif salah satunya olahraga. 

5. Jadi lebih produktif 

Menurut penelitian yang dilakukan Airtasker, work from home dapat menjadikanmu sosok yang jauh lebih produktif daripada kerja di kantor. Dari hasil survey 1.004 karyawan penuh waktu tentang tugas dan efisiensi harian mereka. Lebih dari separuh responden mengatakan mereka jauh lebih lebih efisien. 

Pekerja kantor dilaporkan menganggur selama sekitar 37 menit sehari, tidak termasuk makan siang dan istirahat standar, sementara pekerja jarak jauh terbukti lebih produktif, hanya mengutip 27 menit waktu tidak produktif. Mereka juga bekerja rata-rata 1,4 hari lebih banyak setiap bulan, atau 16,8 hari lebih banyak setiap tahun.

Bekerja di rumah juga dirasa lebih produktif karena dapat menyesuaikan body clock dan mengatur jadwal kerja sesuai dengan kondisi tubuh. Ditambah lagi, saat sedang lelang bisa istirahat dengan tidur selama beberapa menit. Wifi yang ada di apartemen biasanya jauh lebih stabil dan cepat, dapat menunjang produktivitas dalam bekerja semakin meningkat. 

Seperti Apartemen Pacific Garden Campus Town @Alam Sutera yang menyediakan layanan high speed internet untuk para penghuninya. Bukan hanya untuk bekerja, high speed internet ini juga bisa kamu gunakan untuk mengambil kelas online dan melakukan kegiatan lain seperti streaming video tutorial olahraga. 

Fasilitas high speed internet ini bisa kamu nikmati dengan memiliki hunian di Pacific Garden. Apartemen Alam Sutera ini berada di kawasan yang sangat strategis sehingga dapat memudahkan mobilitas kamu. Menariknya lagi, apartemen murah Tangerang ini bisa dimiliki dengan cicilan mulai Rp5 jutaan per bulan. Tunggu apalagi, pilih unit apartemenmu sekarang juga!

Leave a Reply