blog-image

Hidroponik dan Milenial

Bercocok tanam adalah pekerjaan yang penting karena berkaitan dengan pangan yaitu makanan yang kita makan sehari-hari. Tapi justru disayangkan karena banyak generasi muda yang enggan masuk dalam dunia pertanian. Orang sering berpikiran bahwa bekerja sebagai petani adalah pekerjaan yang kumuh. Untuk membangkitkan minat generasi muda terhadap pertanian, maka metode hidroponik adalah metode yang sangat cocok untuk diterapkan.

Metode hidroponik ini dapat menjadi solusi untuk menarik minat generasi Milenial karena pertanian hidroponik ini jauh dari kesan kumuh yang sering timbul di pikiran mereka. Tidak lagi menggunakan tanah, para petani hidroponik dapat memanfaatkan media seperti pipa paralon sebagai tempat menanam. Namun, aliran air serta nutrisi sangat perlu diperhatikan agar metode hidroponik ini dapat berjalan dengan lancar. Ditambah lagi tanaman lebih cepat tumbuh karena unsur hara yang diberikan terkontrol dan langsung dapat diserap oleh tanaman.

Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh melalui metode hidroponik ini, tapi pastinya bukan tanaman dengan batang yang besar. Contoh
tanaman yang bisa tumbuh melalui metode hidroponik adalah buncis, pare, bayam, kangkung dan berbagai tanaman sayur daun lainnya. Nilai jual dari hasil metode hidroponik pun biasa relatif lebih tinggi.

Dengan adanya metode hidroponik yang tidak memerlukan tanah ataupun lahan luas, anak milenial dapat menanam tanpa perlu khawatir kekurangan lahan. Metode ini sangat pas untuk kaum milenial dan masyarakat urban yang hidup diperkotaan. Dengan menanam secara hidroponik, kita secara tidak langsung juga mendukung aktivitas urban farming yang memberikan banyak benefit, yaitu ketersediaan sayuran sebagai sumber nutrisi sehat, mengurangi impor sayuran, menghijaukan lingkungan, dan membantu mengurangi dampak pemanasan global. Jadi, ayo kaum milenial, kita mulai menanam hidroponik bersama-sama.

WordPress Video Lightbox
error: